Ayo Jadi Guru Vlogger
Akibat pandemi banyak kebijakan harus diubah. Khusus untuk pendidikan, pemerintah harus putar otak agar anak usia sekolah masih dapat mengikuti pembelajaran dengan baik di tengah pembatasan sosial. Mulai dari penyederhanaan kurikulum hingga pembatasan masa atau waktu siswa di sekolah.
Yang terakhir lebih memprihatinkan. Disekolah kami pembatasan waktu pertemuan dengan guru dikelas semakin memperburuk keadaan, yang selama ini kurang kondusif. Jam pelajaran yang biasanya 45 menit untuk satu jam pelajaran harus dikurangi menjadi 30 menit.
“Baru mau mulai bisa memfokuskan siswa ke pelajaran, sudah bel”, keluh seorang teman guru.
“Baru mulai absen, sudah habis separuh jam, gimana materi mau sampai”, demikian keluhan senada dari guru - guru yang lain.
Sepertinya guru - guru juga harus putar otak untuk mencari cara penyampaian materi ke siswa. Harus ada solusi yang tepat agar materi tetap tersampaikan dengan waktu yang ada.
Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah menjadi guru vlogger. Tahu vlogger kan? yaitu orang yang membuat video tentang sesuatu, seperti review makanan, tempat wisata atau olahraga. Guru vlogger yaitu guru yang membuat video pembelajaran. Dimana guru membuat media pembelajaran yang bisa diakses siswa diluar jam pelajaran. Sehingga nantinya pertemuan 30 menit atau satu jam pelajaran lebih bisa dimaksimalkan untuk diskusi materi bukan lagi untuk menerangkan materi inti.
Pembuatan video hampir sama dengan pembuatan powerpoint atau slide yang hampir semua guru sudah menguasainya.Bedanya, jika dalam pembuatan powerpoint atau slide guru menyusun objek yang ditampilkan, pada pembuatan video guru hanya menyusun gambar yang akan ditampilkan.
Bagaimana membuat susunan atau skenario video?
Susunannya mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat guru, yang disulap menjadi skenario video. Bahkan guru - guru dapat mengambil (unduh) video - video lain di internet sebagai ilustrasi tambahan agar menarik bagi siswa.
Untuk tahap awal tidaklah terlalu penting penguasa software video editor mahal atau yang berbayar. Cukup menggunakan software gratis dan mudah dikuasai. Menguasai software tentu bukan hal yang mudah namun dengan selalu berpikiran positif dan semangat belajar, kita pasti bisa.
Ada beberapa software yang direkomendasikan :
VSDC (http://www.videosoftdev.com/free-video-editor/download)
Merupakan video editor gratisan menggunakan personal computer (PC). Aplikasi gratisan dikembangkan oleh Multilab LLC. Sangat mudah, tidak perlu skill yang expert untuk mengoperasikannya. Karena pada prinsipnya yang dilakukan adalah memotong, memisahkan dan menyusun video satu dengan lainnya. Tutorial untuk software satu ini sangat banyak di youtube.
Kine Master (https://www.kinemaster.com/)
Kalau software satu ini mengkhususkan dirinya untuk platform mobile seperti android. Dapat diunduh melalui google playstore atau appstore. Menyusun dan memotong video lebih mudah lagi. Tutorial tentang aplikasi juga sangat banyak.
Dengan menguasai dasar pengeditan salah satu software di atas, guru - guru sudah dapat langsung mendistribusikan videonya ke siswa. Yang paling mudah adalah menggunakan youtube. Guru - guru hanya tinggal melakukan share channelnya masing masing ke siswa sehingga siswa dapat mengikuti materi inti dari pelajaran yang diikutinya sesuai materi yang akan disajikan minggu yang akan datang. Semoga pandemi ini dapat menjadi batu loncatan bagi kita untuk pendidikan yang lebih baik.
Jangan lupa komentarnya ya, terimakasih...
Sijunjung, 8 Feb 2021
Rozi Pebrianto, S.Kom
NPA : 03100500006
Guru SMA Negeri 2 Sijunjung
Sumatera Barat
Menulis Mewariskan Kebaikan
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus????
Hapushehe..mau koment itu tapi terhapus karena typo...
Hapustapi setelah baca ini mau jadi guru vlogger juga aah....