Mari Silahkan Dipetik Idenya

Bayangkan kita melihat ke pohon jambu air yang penuh buah dan rimbun. Ingin sekali kita memanjatnya memetik dan merangkai beberapa cabang untuk dibawa ke bawah dan menikmatinya. Saat kita melihat ke batangnya, dahan - dahan rimbun seperti lengan yang siap dijadikan pijakan yang akan mengantarkan kita ke buah paling manis. 


Namun sayang saat berada di atas pohonnya, kita kebingungan. Dahan - dahan yang tadinya seakan bersahabat berubah menjadi palang setiap gerakan. Dedaunan rimbun menutupi pandangan sehingga buah yang ingin diraih tidak ditemukan. 


Barangkali demikian gambaran yang bisa kita analogikan saat kita ingin menulis atau memulai tulisan. Sebelum mulai, ada banyak ide bertumpuk di kepala kita. Tetapi setelah mencoba menuliskannya seakan semua hilang, bahkan untuk ide saja tidak lagi kita temukan.


Aku tidak punya ide! 

Nggak tahu mau nulis apa!

Kenapa sulit sekali menemukan idenya!


Kalau diteruskan, kalimat diatas akan sangat banyak lagi kalimat melow yang keluar, hingga mungkin akhirnya ada yang mengeluarkan biola biar nampak lebih sedih lagi.😂

 

Dari beberapa literasi yang pernah saya baca dan ikuti berikut beberapa hal yang bisa memantik ide dalam menulis. 

Pengalaman

Sesuatu yang sudah pernah kita alami sendiri barangkali akan mudah untuk ditumpahkan dalam tulisan kita. Seorang ibu yang sangat mencintai anaknya akan dengan mudah menceritakan perangai dan kelakuan anaknya. Seorangan guru yang melihat keberhasilan siswanya akan dengan mudah akan menceritakan pengalamannya selama mengajar anak tersebut.

Bacaan

Jangan jauh - jauh dari bacaan. Membaca itu ibarat mata air yang mengisi telaga yang kita miliki. Ini bukan kata saya tapi Tere “Darwis” Liye. Beliau menganalogikan telaga yang dimiliki buya Hamka saat menulis tafsir Al-Azhar. Tidak ada satupun penulis uang minim bacaan. Dengan banyaknya bacaan kita pasti nantinya akan muncul ide yang dapat kita tulis.  

Nonton film

Coba lihat ibu - ibu yang nonton sinetron ataupun drama korea. Akan mereka yang sama - sama nonton dengan judul yang sama akan menceritakan kembali pendapat mereka tentang film yang baru saja disaksikan. Bahkan ada yang dengan penuh emosi dengan jalan ceritanya dan ingin membuat alur cerita yang berbeda.

Masih banyak cara lain untuk menemukan ide yang ingin kita tulis. Tentu ide tersebut tidak dapat langsung dieksekusi dan berhasil. Akan ada proses lanjutan yang harus dijalankan sebelum ide tersebut kita tulis. 


Ide hanya rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita, demikian yang tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Untuk itu kita perlu langkah lebih lanjut agar ide yang sudah kita petik dapat ditulis dengan tulisan yang baik pula. 


Sijunjung, 23 Juli 2013.


#Sartika02


#SarapanTigaratusKata


#MenulisSetiapHari


Komentar

  1. Menulis setiap hari itu kuncinya..ketika mentok ide..kata para pakar ide itu sebenarnya bertebaran tinggal kita lebih peka dalam menemukan nya .salam literasi....😊🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bu Weni, ide itu seperti detak jantung kita baru bisa kita rasakan saat kita peduli dan meletakkan tangan kita ke dada. Terus semangat menulisnya

      Hapus

Posting Komentar