Bukan, hari ini saya tetap nulis tentang cara kita menulis dan yang penting hari ini kita nulis.
Alhamdulillah sudah masuk hari kelima, program sarapan tiga ratus kata (SARTIKA) kita. Saya masih mengajak teman - teman di komunitas menulis ini untuk tetap konsisten dalam menulis.
Berat, seperti juga rindu, rutin menulis itu memang tidak mudah. Selalu ada saja tantangan , rintangan dan hambatan yang berdiri tegak di hadapan kita saat memutuskan konsisten menulis setiap hari. Karena memang semua yang rutin itu pasti berat.
Rutin bayar listrik, air, televisi berbayar berat tapi pasti kuat karena bisa dibayangkan hidup tanpa listrik, air dan nonton korea. Hahaha...
Kembali ke topik rutin menulis. Rutinitas menulis hanya akan terasa berat pada awal - awalnya. Jangan pernah berhenti menulis meskipun hanya satu hari. karena jika lewat satu hari kita harus kembali mengumpulkan semangat untuk memulai lagi.
Apa yang menyebabkan kita tidak bisa menulis setiap hari. Jawaban paling sederhana adalah karena tidak tahu apa yang mau ditulis. Kenapa tidak tahu yang mau ditulis karena telaga kita kosong. Kok telaga?
Kembali idola saya Tere “Darwis” Liye memberikan contoh. Sebuah telaga yang penuh air dapat mengalirkan air ke semua orang yang membutuhkan. Begitu juga penulis, jika tidak punya bahan dan suku cadang untuk menulis maka tidak pernah bisa menulis ibarat sebuah telaga kering. Logika sederhananya, seseorang yang tidak memiliki tidak akan pernah bisa memberi.
Yang dimaksudkan disini adalah, untuk mengisi telaga kita maka harus banyak membaca.
Ada beberapa alasan kenapa membaca dapat meningkatkan kemampuan menulis kita.
Meningkatkan kemampuan berbahasa
Sudah menjadi nature / bawaan lahir kita adalah peniru yang ulung. Lihat ketika bayi, kita tidak tahu apa - apa, lalu sedikit demi sedikit kita meniru orang tua, meniru orang lain di sekitar atau lingkungan kita.
Dengan banyak membaca maka kita dapat meniru gaya bahasa dari penulis yang kita baca. Semakin sering kita meniru maka nantinya akan muncul gaya bahasa kita sendiri yang memperkaya kemampuan kita dalam menulis.
Menambah “konten” Tulisan
Seandainya kita ingin menulis tentang motor hanya bermodalkan pengetahuan kita. Maka yang ada kita menulis yang “datar - datar” saja. Jadinya akan seperti ini, motor itu punya dua roda, dengan stang yang bengkok di bagian tengah. Kabel - kabel warna warni. Stiker dan lain sebagainya.
Namun jika kita lakukan riset kecil dulu (membaca) tentang motor, tentu tulisan kita akan lebih berisi. Kita bisa pakai bahasa torsi, rpm dan beberapa istilah lain tentang motor yang nantinya akan memperkaya tulisan kita dengan pengetahuan. Yang nantinya akan semakin enak untuk dibaca.
Sedalam telaga, sepenuh kepala adalah pengingat bagi kita bahwa membaca merupakan jiwa dari tulisan kita. Jika jiwanya sudah ada, mau dibawa kemanapun tubuhnya akan bisa digerakkan. Tentunya menggerakkan tulisan yang akan kita buat. Selamat berkarya.
Sijunjung, 26 Juli 2021
#Sartika04
#MenulisSetiapHari
#Sarapan300Kata

Komentar
Posting Komentar